Mahasiswi Humas Fikom Unpad Juara 2 National Public Speaking Competition, Universitas Indonesia, Ini Kisah Adiva

Sorak tepuk tangan bergemuruh saat panitia mengumumkan nama Adiva Raissa Nabila sebagai Juara 2 National Public Speaking Competition 2026 yang diselenggarakan oleh PRAction Universitas Indonesia. Mahasiswi Hubungan Masyarakat Universitas Padjadjaran (Humas Fikom Unpad) ini membuktikan bahwa kemampuan public speaking bukan bakat bawaan, melainkan hasil latihan panjang, evaluasi tanpa henti, dan keberanian untuk terus menantang batas kemampuan.
Belajar Public Speaking Sejak SMP demi Mengasah Bakat Komunikasi
Ketertarikan Adiva pada dunia berbicara tumbuh sejak bangku SMP. Saat itu, ia bergabung dengan JSD (Jamiatul Syiar Wadakwah), sebuah klub pidato tiga bahasa dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Dari situlah ia mulai membangun kepercayaan diri berbicara di depan umum.
Sejak SMP, SMA, hingga perkuliahan, Adiva telah mengikuti berbagai perlombaan public speaking. Tidak semuanya berbuah kemenangan, namun, dari setiap kesempatan berlomba, Adiva jadikan sebagai bahan evaluasi. Ia berlatih kembali tentang intonasi, ekspresi, penguatan emosi audiens, hingga bahasa tubuh. Proses inilah yang membentuk gaya berbicaranya menjadi lebih ekspresif, emosional, dan komunikatif.
Strategi Rahasia Mahasiswi Humas Fikom Unpad Juara 2 PRAction
Adiva mendaftar kompetisi nasional di Universitas Indonesia setelah melihat unggahan lomba di media sosial. Kompetisi berlangsung dua tahap: semifinal daring (video YouTube) dengan topik “Lahan Basah”, dan final dengan topik “Hutan Tropis” serta Forest and Other Land Use atau FOLU (Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Lahan). Ia hanya memiliki sekitar tiga hari untuk mempersiapkan materi di setiap babaknya.
Di babak final, strategi Adiva adalah memadukan teknik teatrikal dan pendekatan emosional yang dibangun sejak pembukaan. Ia mengawali presentasinya dengan menunjukkan sebuah tabung oksigen kepada dewan juri, lalu melontarkan pertanyaan yang mengundang rasa ingin tahu: ‘Adakah yang tahu benda pada layar ini?.’ Setelah audiens menjawab, ia mengungkapkan fakta yang mengejutkan banyak orang, bahwa biaya bernapas menggunakan tabung oksigen selama satu tahun dapat menghabiskan lebih dari Rp36 juta rupiah, sebuah angka yang membuat hadirin tersadar akan nilai oksigen gratis yang selama ini dihirup secara cuma-cuma berkat keberadaan hutan tropis.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai strateginya, Adiva menjelaskan bahwa baginya, public speaking yang kuat adalah kemampuan menyampaikan pesan dengan cara yang khas dan berbeda (unique selling point). Dengan pembukaan yang kuat, audiens mampu memahami isi pesan hingga terhubung secara emosional dengannya. Pertanyaan retoris yang ia gunakan bukan sekadar basa-basi pembuka, melainkan pintu masuk untuk mengunggah kesadaran audiens sebelum masuk ke inti permasalahan yang ingin disampaikan.
Menurut Adiva, penyampaian yang baik seharusnya mampu memadukan kejelasan substansi pesan dengan daya tarik penyampaian, agar tidak terasa membosankan atau menggurui. Pendekatan ini berhasil memukau dewan juri dan mengantarkannya meraih Juara 2.
Deretan Prestasi Lain yang Mengukuhkan Jejak Adiva di Dunia Public Speaking dan PR
Kemenangan di PRAction Universitas Indonesia bukan satu-satunya bukti konsistensi Adiva. Dalam setahun terakhir, namanya cukup sering muncul di papan juara berbagai kompetisi nasional maupun internasional.
Di bidang kampanye Public Relations, Adiva tercatat sebagai Juara 1 National PR Campaign Competition pada Bandung PR Convergence 2.0 yang diselenggarakan Perhumas Muda Bandung (2026). Ia juga meraih Juara 3 sekaligus Best Presentation pada International PR Campaign Competition di ajang OlymPRDay Padjadjaran Public Relations Fair ke-14 (2026).
Setahun sebelumnya, pada 2025, ia membawa pulang gelar Juara 1 International PR Campaign Competition berbahasa Inggris di Fikom Week 7.0 Universitas Ciputra Surabaya, serta menjadi Runner Up 1 National Next Gen PR Strategy Competition pada Perhumas Muda Awards dalam Konvensi Humas Indonesia 2025.

Pesan Inspiratif dari Mahasiswi Humas Fikom Unpad
Memasuki semester baru, Adiva memilih fokus pada KKN Internasional dan magang. Namun ia tetap ingin berbagi ilmu dengan sesama mahasiswa Humas Unpad yang ingin mengasah kemampuan public speaking. Pesannya sederhana namun kuat: jangan takut gagal, karena kegagalan adalah bagian wajar dari proses belajar.
penulis : Sofian Syah
Email : [email protected]
