Putri Fikom Unpad 2025: Melangkah Melewati Zona Nyaman
Banyak orang memandang ajang pemilihan duta kampus sebelah mata dan mengira kompetisi ini hanya soal penampilan fisik saja. Padahal, bagi pemenang Putri Fikom Unpad yang berlanjut ke Putri Padjadjaran 2025. Ajang ini menjadi ruang nyata untuk mengenali potensi diri dari tingkat fakultas hingga universitas. Ia membuktikan bahwa kerja keras membuka banyak pintu kesempatan dan mengantarnya pada versi terbaik dari dirinya sendiri.
Mengenal Putri Fikom Unpad
Gelar prestisius Putri Fikom Unpad hadir melalui ajang Putra Putri Fikom (PPF) Universitas Padjadjaran yang berlangsung pada 12 hingga 14 Juni 2025. Jauh dari sekadar kompetisi kecantikan, ajang ini merupakan wadah bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi untuk menggali potensi diri secara mendalam.
Untuk menyandang gelar ini, seorang finalis wajib memiliki kombinasi kuat antara ketangguhan mental, kemampuan komunikasi verbal yang tulus, serta berpikir kritis khas mahasiswa komunikasi. Pemenang Putri Fikom tidak hanya bertugas sebagai representasi fakultas, tetapi juga memikul tanggung jawab besar untuk melaju ke tingkat universitas pada ajang Putri Padjadjaran.
Berani Mengambil Kesempatan
Ananda sudah tertarik dengan PPF sejak tahun 2024. Namun, posisinya sebagai staf Senbora BEM Fikom Unpad mengharuskannya membantu di balik layar. la bertugas sebagai sekretaris program manajer. Pengalaman tersebut justru memberinya sudut pandang menyeluruh tentang bagaimana kompetisi ini membentuk karakter peserta.
Memasuki semester 4, Ananda mulai merancang skala prioritas masa depannya. la tahu semester 5 akan sangat padat oleh program KKN dan magang penuh waktu. Dukungan untuk maju bermula dari obrolan dari mulut ke mulut dengan teman seprodi dan kakak tingkat. Mereka menilai kepribadian dan nilai-nilai keseharian Ananda sangat selaras dengan nilai utama PPF. Selain dorongan lingkungan, Ananda ingin mencoba lebih banyak kesempatan dan menguji sejauh mana kemampuan dirinya bisa berkembang.
Persiapan dan Strategi Putri Fikom
Ajang Putri Fikom Unpad 2025 merupakan kompetisi duta pertama bagi Ananda. Karena tidak memiliki latar belakang di dunia modeling, ia melakukan riset mandiri melalui media sosial untuk mempelajari rangkaian acara tahun lalu. Pada tahun yang sama, mahasiswi asal Sukabumi ini juga melakukan studi banding dengan menonton arsip kompetisi Mojang Jajaka Kota Sukabumi sejak tahun 2022 untuk mempelajari seni komunikasi dan pembawaan diri delegasi daerah.
Latar belakangnya sebagai mahasiswi Humas memberikan keuntungan besar dalam kompetisi ini. Pengalaman organisasi dan magang menuntutnya untuk selalu melek teknologi, tanggap terhadap isu nasional maupun global, mengikuti tren terbaru, dan piawai membangun relasi. Seluruh pengalaman tersebut terbukti sangat relevan dengan kualifikasi yang menjadi tolok ukur dalam ajang Putri Fikom.
Menaklukkan Tekanan Internal dan Prestasi Akademik

Gambar 2.0
Foto bersama dengan seluruh peserta Putra Putri Fikom 2025
Sumber: Dokumentasi Panitia
Tantangan terbesar bagi Ananda justru datang dari ekspektasi internal. Mengingat perwakilan prodi Humas sering meraih gelar Putri Fikom pada tahun-tahun sebelumnya, ia merasa memikul beban moral besar untuk menjaga nama baik program studinya. Selain beban mental, ia juga harus membagi fokus karena sedang berkompetisi dalam lomba PR Campaign internasional, yaitu OlymPR pada ajang Pekan Komunikasi Humas (PPRF) ke-13.
Melalui manajemen waktu yang ketat, ia tidak hanya tampil maksimal di panggung PPF, tetapi juga sukses menembus jajaran Finalis atau Top 6 OlymPR tingkat internasional tersebut. Di atas panggung, kemampuan public speaking dan penguasaan bahasa Inggris yang menonjol menjadi senjata utamanya untuk memikat juri.
Berjuang di Tingkat Universitas

Gambar 3.0
Ananda Ramadhani Khairunnisa pada ajang Putra Putri Padjadjaran 2025
Sumber: Dokumentasi Panitia
Ananda tidak berhenti setelah meraih gelar Putri Fikom. Ia melaju ke ajang Putri Padjadjaran dan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Setiap akhir pekan ia menjalani karantina di Jatinangor, sementara setiap hari kerja ia tetap magang penuh waktu di Detikcom, Jakarta. Rutinitasnya selama dua bulan terasa luar biasa. Senin sampai Jumat ia bekerja profesional di Jakarta. Jumat siang ia mengambil izin setengah hari lalu bergegas ke Jatinangor untuk karantina sore. Senin subuh ia sudah kembali ke Jakarta dan masuk kantor seperti biasa.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil manis. Produser dan atasannya di Detikcom langsung mengapresiasi pencapaiannya sebagai Putri Fikom Unpad 2025, yang ia cantumkan dengan bangga di CV-nya.
Pesan untuk Mahasiswa: Jadilah diri sendiri

Gambar 4.0
Ananda Ramadhani Khairunnisa pada ajang kompetisi Putra Putri Padjadjaran 2025
Sumber: Dokumentasi Panitia
Mahkota dan selempang tidak mengubah siapa dirinya. Ia tidak mengukur kesuksesan dari gelar yang ia raih, melainkan dari proses yang ia jalani: setiap keputusan sulit, setiap malam tanpa tidur cukup, setiap kali rasa takut datang dan ia memilih tetap melangkah.
“Menjadi diri sendiri adalah unique selling point yang tidak bisa ditiru siapapun. Saat kamu tampil autentik, audiens merasakannya. Jangan takut bersuara, platform ini adalah kesempatan nyata untuk memberi dampak, bukan sekadar panggung untuk dilihat.” — Ananda Ramadhani, Putri Fikom Unpad 2025.
Pesan ini berlaku untuk siapa pun yang masih mencari tempatnya di kehidupan kampus. Zona nyaman memang terasa aman, tapi tidak pernah menjadi tempat terbaik untuk bertumbuh.
Penulis : Destya Arfiyanti
Email Penulis : [email protected]
