
“PESO For Public Relations In Practice” Kuliah Umum Program Studi Hubungan Masyarakat Bersama Prof. Bahtiar Mohamad Ph.D Universiti Utara Malaysia (UUM)
Program Studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad menyelenggarakan kuliah umum secara daring bertema “PESO for Public Relations in practice” pada hari Rabu, 1 November 2023 melalui zoom meeting. Kuliah umum ini menghadirkan pemateri Assoc. Prof. Bahtiar Mohamad Ph.D selaku dosen serta Associate Professor di Corporate Communication and Strategy at Othman Yeop Abdullah Graduate School of Business (OYAGSB), Universiti Utara Malaysia (UUM). Kuliah umum ini dimoderatori oleh Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad, Centurion Chandratama Priyatna, S.S, M.Si., Ph.D dan diikuti 120 mahasiswa.

Prof. Bahtiar memaparkan tentang bagaimana revolusi digital berpengaruh dalam bidang Public Relations. Perubahan dari teknologi analog dan teknologi elektronik menuju teknologi digital terjadi mulai tahun 1980-an. Pada zaman modern ini, orang-orang menggunakan internet dan sosial media setiap hari. Sehingga penggunaan teknologi digital sebagai alat marketing tentu lebih baik karena dapat menjangkau lebih banyak orang dibandingkan dengan penggunaan media tradisional. Oleh karena itu, digital PR menjadi strategi yang efektif dalam mengembangkan sebuah brand.

Berikutnya, beliau menjelaskan tentang model PESO dalam PR. PESO adalah model strategi media singkatan dari Paid, Earned, Shared, dan Owned media. Paid media adalah metode pemasaran menggunakan iklan atau konten berbayar. Contohnya google, sosial media, tv, radio, dan media berbayar lainnya. Earned media adalah publikasi konten yang dilakukan oleh pihak ketiga, contohnya ulasan produk, endorsement influencer, dan lainnya. Shared media adalah strategi publikasi yang bertujuan untuk meningkatkan engagement dan meramaikan pembicaraan mengenai produk yang dipasarkan. Channel yang termasuk dalam kategori ini adalah sosial media, partnership, dan influencer engagement. Terakhir adalah owned media, yaitu semua channel yang dikontrol sendiri, contohnya adalah website. Sesi selanjutnya adalah tanya jawab, peserta mengajukan pertanyaan diantaranya terkait fenomena user generated content (UGC) di sosial media serta pengaruhnya terhadap peningkatan awareness dan keputusan pembelian. Kegiatan diakhiri dengan penutup oleh moderator Pak Centurion, dan sesi foto bersama. (MW)


