
Fikom Unpad menggelar Tausiyah Tasyakur Bin Ni’mah Menutup Tahun Masehi
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Tausiyah dalam rangka tasyakur bin ni’mah akhir tahun. Acara yang bertema “Tasyakur Bin Ni’mah Akhir Tahun dan Menutup Tahun Masehi” ini berlangsung pada Senin, 30 Desember 2024, pukul 09.00 – 11.00 WIB di Ruang Oemi Fikom Unpad dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Divia Unpad Official.
Acara diawali dengan sambutan dari Dekan Fikom Unpad, Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., dalam sambutannya beliau menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang telah diraih pada satu tahun kebelakang. “Apa yang akan direncanakan pada tahun yang akan datang menjadi lebih baik lagi serta dapat mencapai yang kita targetkan dengan baik” tuturnya. Harapannya, semoga tahun depan bisa lebih baik lagi dan apa yang kita lakukan ini bisa menjadi keberkahan bagi kita semua.
Acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustaz Nur Ihsan Jundulloh, Lc., dengan judul “Tasyakur Bin Ni’mah Akhir Tahun dan Menutup Tahun Masehi.” Beliau menjelaskan ayat Al-Quran itu akan jauh lebih luas maknanya saat kita memahami sibaq (ayat yang mendahului), siaq (konteks), lihaq (ayat setelahnya). Bersyukur itu tentang kemampuan melihat satu kenikmatan kecil yang Allah berikan. Syukur secara bahasa walau inputnya kecil tapi outputnya besar sehingga jika kita bersyukur pasti akan ditambah, namun jika kita tidak bersyukur “sungguh siksaku amat pedih” sehingga balasan bagi yang kufur itu waktunya panjang secara kuantitas bisa bertambah dan terlihat secara kualitas. Yang ditambah ini kita sebut dengan barokah, maknanya tambahan dari kualitas nikmat karena rasa syukur kepada Allah SWT.
Ada tiga makna barokah yaitu anumuwu tentang pertumbuhan, ziadah artinya lebih dari prediksi kita dan istqror itu tentang stabilitas. Kemudian, ada empat golongan yang akan dijauhkan dari kerugian yaitu iman, amal soleh, tawasaubilhaq, tawasaubisobri, karena tanpa kesabaran sulit untuk menjaga keimanan dan menjaga amal soleh serta sabar untuk tawasaubilhaq.
Sabar itu dalam tiga hal, sabar tetap taat, sabar menjaga diri dari maksiat dan sabar menghadapi musibah. Diakhir beliau menyampaikan bahwa pada akhirnya manusia memerlukan rasa sabar dan syukur yang harus dilaksanakan secara istiqomah. Semoga menyongsong tahun 2025 menjadi lebih semangat dan lebih baik lagi dalam menghadapi tantangan, tidak ada masalah yang tidak ada solusinya. Solusinya yakni surat ibrahim ayat 7. Acara diakhiri dengan doa bersama. (DM)


