Bisnis Cookies Mahasiswa Fikom Unpad Berawal dari Hobi Baking

Jyotika Mokcha Sonia, mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran angkatan 2025, merintis bisnis cookies yang berawal dari hobinya membuat kue di rumah. Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, Jyotika membangun usaha soft cookies homemade bernama Jyo Cookies.
Sebelumnya, Jyotika hanya menjadikan kegiatan tersebut sebagai hobi dan belum berencana mengembangkannya menjadi sebuah usaha. Jyotika mencoba berbagai resep cookies untuk dikonsumsi bersama keluarga.
“Awal mula jualan cookies itu aku suka aja bikinnya. Cuman, oh makin ke sini makin enak, resepnya makin oke, adik-adik aku suka, jadi aku sering buat.” ujarnya.
Namun, setelah kue hasil buatannya mendapat komentar positif dari teman-teman dan orang-orang terdekat, Jyotika mulai menyadari bahwa hobinya tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha. Ia resmi membuka pre-order (PO) pertamanya pada 18 Mei 2025.
“Mulai dari situ aku akhirnya sering kasih ke teman-teman aku dan mereka senang sama rasanya, dan aku ngerasa, apa jual aja ya? Dan teman-teman aku kayak, ayo dong jual, ayo dong jual,” ujarnya.

Membangun Ciri Khas Soft Cookies
Mahasiswa Hubungan Masyarakat Fikom Unpad tersebut memilih menjual cookies karena produk tersebut lebih praktis dan memiliki daya simpan yang lebih lama dibandingkan makanan lainnya.
“Menurut aku yang paling banyak pasarnya dan hampir semua orang suka itu cookies” ujarnya.
Saat ini, Jyo Cookies memiliki dua varian produk, yakni soft cookies berukuran cukup besar yang dijual per potong dan cookies dalam kemasan toples dengan tekstur yang lebih renyah. Kedua varian tersebut dipasarkan dengan kisaran harga Rp15.000 hingga Rp25.000. Bagi pelanggan yang menginginkan cita rasa cokelat lebih intens, tersedia pula tambahan topping cokelat dengan biaya Rp5.000.
Meski belum terlalu fokus membangun branding secara besar-besaran, Jyotika tetap berusaha mempertahankan ciri khas dari produk yang dijualnya. Jyo juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Jyo Cookies akan menghadirkan varian produk baru.
“Aku selalu nge-branding kalau cookies aku cokelat banyak. Makanya aku nggak pernah mau mengurangi takaran cokelat” ujarnya.

Strategi Promosi Bisnis Cookies Mahasiswa Melalui Media Sosial
Dalam menjalankan bisnis Jyo Cookies, mahasiswa asal jakarta itu menyampaikan bahwa ia melakukan promosi sederhana melalui media sosial. Media sosial menjadi sarana penting karena mampu menjangkau konsumen lebih luas tanpa memerlukan biaya promosi yang besar.
Strategi ini sejalan dengan tips bisnis kuliner untuk mahasiswa dari UKM Indonesia. Ia sering memanfaatkan Instagram Story untuk memperkenalkan produknya. Selain itu, promosi juga banyak terbantu melalui repost dari teman-teman, keluarga, hingga rekomendasi dari mulut ke mulut.
“Aku cuma promosiin dari story gitu-gitu, dari teman-teman mamaku juga, atau aku minta repost ke teman-temanku ” ujarnya.
Meski menjalani perkuliahan dan kos di Jatinangor, seluruh proses produksi Jyo Cookies di rumahnya di daerah Jakarta.
Tantangan Penjualan yang Tidak Selalu Stabil
Dalam proses membangun bisnis Jyo Cookies, terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Salah satu hal yang paling dirasakan oleh pelaku usaha muda tersebut adalah menghadapi kondisi penjualan yang tidak selalu stabil. Ia mengaku baru menyadari bahwa menjalankan bisnis tidak selalu berjalan ramai setiap waktu. Ada masa ketika pesanan datang cukup banyak, tetapi di waktu lain penjualan bisa menurun secara tiba-tiba.
“Aku baru sadar ternyata jualan itu nggak selalu rame. Bisa aja minggu kemarin banyak orderan, terus minggu depannya nol,” ujarnya.
Selain menghadapi penjualan yang tidak selalu stabil, perempuan asal Jakarta tersebut juga harus membagi waktu antara perkuliahan di Jatinangor dan menjalankan bisnisnya. Karena seluruh proses produksi masih dilakukan di Jakarta, ia biasanya membuka pre-order ketika pulang pada akhir pekan atau saat memiliki waktu luang.
“Aku selalu berpikir kalau lagi hektik, nanti cookies yang aku buat malah jadi nggak enak karena akunya juga nggak happy. Jadi aku memang pilih buka PO di waktu-waktu yang benar-benar kosong,” ujarnya.
Meski demikian, ada kalanya permintaan pelanggan justru meningkat ketika jadwal kuliahnya sedang padat. Dalam kondisi tersebut, Jyotika tetap berusaha menjalankan keduanya dengan membawa tugas kuliah ke Jakarta dan mengatur proses produksi sejak malam atau dini hari agar tetap dapat memenuhi pesanan pelanggan.
Harapan untuk Jyo Cookies di Masa Depan
Meskipun bisnis Jyo Cookies bermula dari hobi sederhana di rumah, Jyo berharap usahanya dapat terus berkembang dan dikenal oleh lebih banyak orang. Baginya, bisnis ini bukan hanya sekadar tempat untuk berjualan, tetapi juga menjadi ruang untuk terus belajar dan mengembangkan kreativitasnya di bidang kuliner.
“Aku berharap bisnis ini bisa terus jalan meskipun nanti aku udah kerja. Aku juga pengen bikin lebih banyak menu baru dan semoga semakin banyak orang yang suka sama cookies aku,” ujarnya.
Selain ingin mengembangkan bisnisnya, Jyotika merasa senang ketika produk yang dibuatnya dapat dinikmati oleh orang lain. Menurutnya, hal sederhana seperti melihat pelanggan merasa puas setelah mencoba cookies buatannya menjadi salah satu alasan yang membuatnya tetap semangat menjalankan usaha tersebut.
“Aku sebenarnya cuma pengen bisa bikin makanan enak dan bikin orang-orang happy waktu beli makanan aku,” ujarnya.
Jyotika bukan satu-satunya mahasiswa Fikom Unpad yang sukses merintis usaha kuliner sambil kuliah. Sebelumnya, mahasiswa lain juga berhasil mengembangkan bisnis makanan hingga memiliki toko fisik.
Penulis : Radhwaminallah Khairunnisa Adenia
Email Penulis : [email protected]
