KAPPA Fikom Unpad Gelar Mini Journey 2026 di Tiga Medan Alam Jawa Barat

Peserta Mini Journey KAPPA Fikom Unpad bersama anggota mapala dari tiga fakultas lain saat kegiatan ORAD di Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, Mei 2026. (Dok. Narasumber: Fahira Permata Hati, KAPPA Fikom Unpad)
Jatinangor, 8 Juni 2026 — Klub Aktivis Pegiat dan Pemerhati Alam (KAPPA) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menggelar Mini Journey 2026, program masa bimbingan tahunan muda. Kegiatan ini berlangsung dari April hingga Juni 2026 di tiga medan alam berbeda di Jawa Barat: gunung di Subang, sungai Cimanuk di Garut, dan tebing Citatah di Bandung Barat.
Mini Journey merupakan program masa bimbingan dan praktik lapangan yang wajib dijalani seluruh anggota muda KAPPA sebelum naik ke jenjang anggota madya. Pelaksanaan Mini Journey 2026 turut melibatkan kolaborasi dengan organisasi pecinta alam dari fakultas lain di Universitas Padjadjaran, yaitu Unit Kenal Lingkungan (UKL) dari Fakultas Peternakan, Mahatva dari Fakultas Pertanian, serta Rejanawana dari Fakultas Teknologi Industri Pertanian.
Mini Journey 2026
Program ini bertujuan membentuk anggota yang tangguh di alam bebas sekaligus kompeten dalam mendokumentasikan dan menyebarkan informasi, melalui rangkaian praktik lapangan langsung yang dikelola oleh tiga divisi: GURITA, ORAD, dan BIDIK.
Divisi GURITA (Gunung Rimba Hutan) membawa peserta menjelajahi medan gunung di Desa Panaruban, Kecamatan Ciater, Subang pada 17–19 April 2026. Divisi ORAD (Olahraga Arus Deras) mengajak peserta mengarungi Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut pada 8–10 Mei 2026. Divisi BIDIK (Tebing Dinding Komuniti) membawa peserta memanjat Tebing Citatah 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada 5–7 Juni 2026.
Fahira Permata Hati, Kepala Bidang Ekspedisi dan Pelatihan Alam sekaligus Penanggung Jawab Mini Journey 2026, mengatakan tujuan kolaborasi antar organisasi pecinta alam, berguna untuk memperkuat pengalaman lapangan peserta sekaligus memperluas jaringan KAPPA dengan komunitas pecinta alam di lingkungan Unpad.
Keselamatan Jadi Prioritas dalam Pelaksanaan
Fahira menjelaskan bahwa standar keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan kegiatan. “Standar keselamatan tercermin dari adanya masa persiapan dan pematerian sebelum turun lapangan. Tidak hanya peralatan, tetapi juga keterampilan peserta agar bisa meminimalisir risiko saat di lapangan,” ujar mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2024 tersebut.
Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam menyelenggarakan Mini Journey adalah menjaga keselamatan seluruh peserta, terutama pada divisi ORAD yang memiliki risiko tinggi karena melibatkan pengarungan sungai berarus deras.

Salah satu peserta Mini Journey KAPPA Fikom Unpad mempraktikkan teknik rappelling dengan peralatan keamanan standar saat kegiatan BIDIK di Tebing Citatah 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. (Dok. KAPPA Fikom Unpad)
Materi Pelatihan: Navigasi hingga Teknik Pemanjatan
Selama rangkaian Mini Journey, peserta mendapatkan materi navigasi darat, dokumentasi perjalanan, teknik pengarungan dan prosedur penyelamatan di olahraga arus deras, serta teknik pemanjatan dan prosedur keamanan saat menghadapi medan vertikal. Seluruh perjalanan didokumentasikan dalam bentuk video, foto, dan tulisan yang dipublikasikan melalui akun resmi KAPPA Fikom Unpad sebagai bagian dari pengembangan keterampilan jurnalistik anggota.
Dengan rangkaian Mini Journey 2026 yang telah usai, KAPPA Fikom Unpad berharap keterampilan yang diperoleh para anggota muda dapat bermanfaat baik dalam situasi darurat di alam bebas maupun kehidupan sehari-hari.
Tentang KAPPA
Klub Aktivis Pegiat dan Pemerhati Alam (KAPPA) adalah organisasi mahasiswa pecinta alam di bawah Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang memadukan aktivitas kepencintaalaman dengan keilmuan komunikasi dan dokumentasi.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Bidang Eksternal KAPPA Fikom Unpad
[email protected]

Nama Penulis: Alya Azzahra
Email Penulis : [email protected]
