Lilu, Mahasiswa Humas Fikom Unpad yang Menjadi Korean Youth Summit Ambassador

Gambar 1.0 Lillu Mahasiswa Humas Fikom Unpad Angkatan 2024 Korean Youth Summit Ambassador
Menjadi bagian dari program internasional merupakan impian bagi banyak mahasiswa. Kesempatan tersebut berhasil diraih oleh Lu’lu’ Syarifah N.A yang kerap di sapa Lilu, mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran angkatan 2024, yang terpilih sebagai Korean Youth Summit Ambassador. Melalui program ini, Lilu tidak hanya memperoleh pengalaman internasional, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, memperluas jaringan global, dan meningkatkan rasa percaya diri.
Keberhasilannya menjadi Korean Youth Summit Ambassador membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba dapat membuka banyak peluang. Di tengah persaingan yang ketat dengan peserta dari berbagai negara, Lilu berhasil menunjukkan komitmen, antusiasme, dan kemampuan yang dimilikinya hingga akhirnya lolos sebagai ambassador.
Apa Itu Korean Youth Summit Ambassador?
Perjalanan Lilu menuju Korean Youth Summit Ambassador bermula dari media sosial. Ia pertama kali mengetahui program tersebut melalui Instagram. Saat melihat informasi mengenai kesempatan menjadi ambassador, ia langsung tertarik dan mulai mencari tahu lebih lanjut.
Setelah mempelajari program tersebut, Lilu mengetahui bahwa Korean Youth Summit merupakan program internasional yang mempertemukan generasi muda dari berbagai negara untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan mengembangkan ide terkait isu-isu global serta Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini juga mendorong anak muda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama lintas budaya. Program ini juga mendorong anak muda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama lintas budaya.
Menurut Lilu, program ini memberikan lebih dari sekadar pengalaman internasional. Program tersebut membuka ruang bagi peserta untuk belajar dari berbagai perspektif dan memahami isu-isu global secara lebih luas. Melalui berbagai kegiatan yang diikuti, peserta dapat bertukar gagasan dan melihat bagaimana anak muda dari berbagai negara berupaya memberikan kontribusi terhadap tantangan yang dihadapi.
“Lewat program ini, kita belajar banyak tentang isu-isu penting yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kita juga bisa bertemu dan berdiskusi dengan anak muda dari berbagai negara.” ujarnya.
Perjalanan Lilu Menuju Program Internasional
Menjadi Korean Youth Summit Ambassador memberikan banyak pengalaman baru bagi Lilu. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi dengan anak muda dari berbagai negara dan latar belakang budaya.
Ia berdiskusi dengan peserta yang memiliki pengalaman, pandangan, dan cara berpikir yang berbeda. Ia mendengarkan banyak cerita, bertukar ide, dan mempelajari berbagai perspektif baru mengenai isu-isu global. Pengalaman tersebut membuat wawasannya semakin luas dan membantunya melihat berbagai permasalahan dari sudut pandang yang beragam.
Lilu tidak hanya menjadi pendengar dalam setiap diskusi. Ia juga aktif menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, dan membangun komunikasi dengan peserta lain. Interaksi tersebut mengajarkannya cara berkomunikasi dengan individu yang memiliki budaya dan kebiasaan yang berbeda.
Selain memperluas wawasan, program ini juga membantu Lilu mengembangkan kemampuan yang sesuai dengan minatnya. Ia mengaku sangat menyukai kegiatan brainstorming, membuat konten, dan editing. Karena itu, ia memanfaatkan perannya sebagai ambassador untuk mengasah kemampuan itu.
Ia membuat berbagai konten digital untuk memperkenalkan program kepada masyarakat. Ia menyusun konsep, mengembangkan ide kreatif, dan mengolah materi visual agar informasi yang disampaikan lebih menarik. Melalui proses tersebut, ia semakin memahami pentingnya kreativitas dalam menyampaikan pesan kepada audiens.
Lilu juga belajar membangun engagement melalui media sosial. Pengalaman tersebut membuat kemampuan komunikasi digitalnya berkembang dan memberinya pemahaman baru tentang bagaimana menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat.
Manfaat Korean Youth Summit Ambassador bagi Mahasiswa
Sebagai mahasiswa Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran angkatan 2024, Lilu merasakan banyak manfaat dari pengalaman ini. Program tersebut membantunya mengasah kemampuan komunikasi melalui berbagai aktivitas yang melibatkan peserta dari berbagai negara.
Ia juga memperluas jaringan professional dengan mengenal banyak anak muda yang aktif dalam organisasi, komunitas, maupun program internasional lainnya. Relasi yang ia bangun selama program membuka peluang untuk bertukar informasi, berbagi pengalaman, dan menjalin kolaborasi di masa depan.
Selain itu, Lilu belajar membangun personal branding dan memperkenalkan dirinya dengan lebih percaya diri. Ia belajar menyampaikan ide secara lebih terstruktur serta menyesuaikan pesan dengan audiens yang berbeda. Kemampuan tersebut sangat relevan dengan bidang Hubungan Masyarakat yang sedang ia pelajari di bangku kuliah.
Gambar 2.0 Gambaran mengikuti kegiatan Korean Youth Summit Ambassador
Di luar akademik, pengalaman ini membuat Lilu lebih percaya diri saat berinteraksi dengan dengan orang baru. Ia menjadi lebih berani menyampaikan pendapat, lebih nyaman berdiskusi, dan lebih terbuka terhadap berbagai perspektif yang berbeda. Pengalaman internasional ini juga membantunya memahami pentingnya kemampuan komunikasi lintas budaya dalam dunia yang semakin terhubung.
Menurutnya, pengalaman seperti ini memberikan nilai tambah yang sangat besar karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membantu membentuk karakter, pola pikir dan kesiapan untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Pesan dari Korean Youth Summit Ambassador untuk Mahasiswa
Melalui pengalaman yang ia peroleh, Lilu ingin mengajak mahasiswa lain untuk berani mencoba berbagai peluang yang ada. Menurutnya, banyak mahasiswa yang sebenarnya memiliki potensi yang besar, tetapi sering kali ragu karena merasa belum cukup berpengalaman atau memiliki banyak prestasi.
Padahal, kesempatan besar sering kali datang kepada mereka yang berani mengambil langkah pertama. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk tidak terlalu fokus pada rasa takut gagal dan lebih fokus pada proses yang dapat membantu mereka berkembang.
“Jangan takut mencoba meskipun merasa belum cukup berpengalaman. Kadang kesempatan besar datang karena kita berani mengambil langkah pertama.” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap proses selalu memberikan pelajaran yang berharga. Bahkan ketika hasilnya tidak sesuai harapan, seseorang tetap dapat memanfaatkan pengalaman tersebut untuk menjadi lebih baik dan lebih siap menghadapi kesempatan berikutnya.
Karena itu, Lilu mengajak mahasiswa aktif mencari informasi, memanfaatkan setiap peluang yang ada, dan terus mengembangkan kemampuan diri. Ia percaya bahwa langkah kecil yang diambil hari ini dapat menjadi awal dari pencapaian besar di masa depan.
Keberhasilan Lilu menjadi Korean Youth Summit Ambassador menunjukkan bahwa keberanian, kerja keras, dan semangat belajar mampu mengantarkan mahasiswa meraih kesempatan di tingkat internasional.
Penulis : Rahma Fairuzzahra
