
Fikom Unpad dan KPID Jawa Barat Menyelenggarakan Ekspose Hasil Riset “Persepsi Pemberitaan Penyiaran Pemilihan Kepada Daerah pada Stasiun Televisi Lokal Jawa Barat”
Fikom Unpad dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Ekspose Hasil Riset “Persepsi Pemberitaan Penyiaran Pemilihan Kepada Daerah pada Stasiun Televisi Lokal Jawa Barat” pada Senin, 25 November 2024 pukul 08.00-11.00 WIB di Ruang Oemi Fikom Unpad. Acara ini dihadiri oleh tim peneliti Fikom Unpad, Wakil Ketua KPID Jabar dan tim, Humas Dinas Kominfo Jawa Barat, serta mahasiswa Fikom Unpad. Acara dipandu oleh Putra-Putri Fikom Unpad Rafi Ahmad Zaidan dan Anindita Prameswari.
Kegiatan ini merupakan realisasi program KPID Jawa Barat terkait kajian akses penelitian. Adapun tema yang diangkat adalah Persepsi Masyarakat Kota Bandung Tentang Lembaga Penyiaran Lokal (Stasiun Televisi Lokal) dan Program Siaran Terkait Pilkada pada Televisi Lokal di Provinsi Jawa Barat. Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan 4 universitas salah satunya adalah Universitas Padjadjaran. Kolaborasi ini bertujuan untuk memetakan persepsi masyarakat Kota Bandung terhadap lembaga penyiaran lokal dan program siaran terkait pilkada. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang peran televisi lokal dalam menyampaikan informasi yang berkualitas, serta kontribusinya dalam menciptakan pilkada yang transparan, adil, dan berbasis informasi yang benar.
Acara dimulai dengan pengantar dari Dr. Roni Tabroni, S.Sos.,M.Si selaku Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jabar, beliau menyampaikan bahwa instrumen media menjadi pendukung entitas demokrasi, dengan riset ini kita ingin melihat bagaimana narasi pada media penyiaran memberikan dampak kepada masyarakat. Selanjutnya adalah sambutan dari Depi Agung Setiawan, S.Sos., M.Ikom selaku Pranata Humas Dinas Kominfo Jawa Barat. Beliau menyampaikan bahwa lembaga penyiaran memiliki peran penting dalam Pilkada, yakni menyampaikan informasi pilkada kepada masyarakat. Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Penelitian dan Kemitraan Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si, menyampaikan bahwa dinamika media begitu cepat sehingga publik tergiring dengan informasi baru, diharapkan media dapat berperan dalam membantu memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat khususnya terkait pemilihan kepala daerah (pilkada).
Wakil Ketua KPID Jabar Ahmad Abdul Basith, M.Ikom dalam sambutannya menyampaikan, saat ini media yang paling dipercaya adalah televisi, radio, dan media sosial dari media mainstream, maka dari itu beliau menghimbau rekan mahasiswa untuk mendapatkan informasi dari media yang terpercaya. Selanjutnya, secara resmi beliau membuka acara Ekspose Hasil Riset “Persepsi Pemberitaan Penyiaran Pemilihan Kepada Daerah pada Stasiun Televisi Lokal Jawa Barat”.
Agenda selanjutnya pemaparan dari Keynote speech Bapak Rafael Situmorang Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat. Beliau menyampaikan bahwa dengan literasi yang kuat, anak muda dapat memiliki keyakinan politik, mudah-mudahan lembaga penyiaran dapat menumbuhkan ruang literasi digital.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil riset “Persepsi Pemberitaan Penyiaran Pemilihan Kepada Daerah pada Stasiun Televisi Lokal Jawa Barat” oleh perwakilan tim peneliti Fikom Unpad FX. Ari Agung Prastowo, S.Sos., M.I.Kom. Penelitian ini menemukan beberapa temuan penting terkait persepsi masyarakat Kota Bandung terhadap penyiaran Pilkada di televisi lokal, yang dapat dibagi dalam beberapa bagian utama:
- Televisi lokal masih menjadi sumber informasi yang cukup penting bagi masyarakat, termasuk dalam konteks pemberitaan pilkada. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengakses beberapa stasiun televisi lokal seperti Indosiar, SCTV, dan MNC Jabar, yang menjadi sumber utama informasi politik. Ini mencerminkan peran penting televisi lokal sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya oleh masyarakat, khususnya dalam isu pilkada.
- Secara umum, masyarakat mempersepsikan televisi lokal cukup positif dalam hal penyedian waktu yang memadai untuk pemberitaan pilkada dan memberi proporsi yang adil bagi semua calon peserta pilkada. Namun, terdapat keragaman dalam penilaian terkait netralitas televisi lokal dan kepatuhannya terhadap regulasi yang ada Beberapa responden merasa televisi lokal terkadang berpihak, atau tidak selalu mematuhi peraturan yang berlaku. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada persepsi positif terhadap kualitas penyiaran, terdapat kebutuhan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas lembaga penyiaran lokal dalam pemberitaan pilkada.
- Program siaran televisi lokal dianggap memadai dalam memberikan pemberitaan pilkada yang cukup adil dan proporsional bagi semua kandidat. Meskipun demikian, terdapat keragaman pandangan mengenai apakah program-program tersebut cenderung berpihak atau sering melanggar peraturan pilkada. Sebagian besar masyarakat tidak melihat adanya pelanggaran yang sering terjadi, meskipun ada sebagian yang merasa ragu atau tidak yakin terkait hal ini.
- Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi terhadap kualitas program televisi lokal berpengaruh signifikan terhadap niat berpartisipasi dalam pilkada 2024. Semakin baik kualitas program yang dipersepsikan, semakin tinggi intensi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pilkada. Sebaliknya, persepsi terhadap lembaga penyiaran televisi lokal tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap intensi partisipasi. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat lebih menilai kualitas konten siaran pilkada daripada kualitas lembaga penyiaran itu sendiri dalam menentukan tingkat partisipasi politik mereka.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya peran televisi lokal dalam menyediakan informasi yang adil dan berkualitas tentang pilkada, yang dapat mempengaruhi pengetahuan politik dan partisipasi masyarakat. Namun, masih ada tantangan dalam memastikan bahwa televisi lokal tetap netral, mematuhi regulasi yang ada, dan menghindari pelanggaran yang dapat merusak integritas pemilihan. Diperlukan penelitian lanjutan untuk menggali lebih dalam mengenai tingkat pemahaman masyarakat terhadap regulasi pilkada dan penyiaran, serta upaya sosialisasi yang lebih efektif dari pihak berwenang. Acara ditutup dengan penyerahan buku dan plakat dari KPID Jawa Barat kepada Fikom Unpad, dan dilanjutkan serta sesi foto bersama. (RA)
