Jatinangor. Sabtu, 20 Maret 2020 telah berlangsung kegiatan webminar yang bertemakan “Memahami Bahaya Rokok dan Menolak Menjadi Target” Webminar ini merupakan kolaborasi antara 5 Universitas yang tergabung ke dalam Tim Pengabdian Kepada Masyarakat PKM lintas kampus. Webminar “Memahami Bahaya Rokok dan Menolak Menjadi Target” diselenggarakan oleh Southeast Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA), Institut Komunikasi dan Bisnis (IKB) dan London School of Public Relations (LSPR) beserta 15 Perguruan Tinggi swasta maupun negeri lainnya. Tim webminar ini terdiri dari Dr. Eni Maryani (UNPAD), Rani Chandra Okaviani M.Si (IKB LSPR), Kadek Dristiana Dwivayani, M.Med.Kom (UNMUL), Sri Astuty, M.Si (ULM), dan Fizzy Andriani, M.Si (Universitas Moestopo Beragama).

Workshop yang diikuti oleh 97 orang mahasiswa dari berbagai universitas dan daerah. Narasumber pertama Dr.Eni Maryani membuka webminar dengan materi terkait isu rokok. Di sesi kedua akademisi sekaligus influencer Dr. Ira Mirawati yang membahas materi pemanfaatan media kampanye yakni “Positivity Vibes media Sosial. Pada sesi terakhir webminar dihadirkan Kadek Dristiana Dwivayani,M.Med.Kom yang mengusung materi “Make Over Your Creative Content”.

Dr.Eni Maryani, selaku ketua pelaksana webminar menyatakan bahwa melalui materi-materi yang telah disampaikan oleh ketiga narasumber tersebut diharapkan mampu mengajak para mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam menuangkan ide-ide kreatifnya guna menyukseskan kampanye anti tembakau untuk kalangan remaja di berbagai platform media digital. Pengumuman dibukanya lomba kampanye dengan tagline “Kuy, Viralkan Keren Tanpa Rokok” menjadi sesi penutup acara. Lomba kampanye tersebut akan mendapatkan hadiah dan juga kesempatan untuk mengolaborasikan karyanya dengan South East Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA) sebagai perangkat kampanyenya.

Lampiran-2

Perguruan Tinggi yang terlibat dalam PKM Lintas Kampus ini antara lain: London School of Public Relations (LSPR), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Moestopo Beragama, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Udayana, Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Universitas Islam Bandung (UNISBA), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Bengkulu (UNIB), Universitas Syah Kuala, Universitas Negeri Surakarta (UNS), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA), dan Sekolah Tinggi Multi Media MMTC Yogyakarta.

Penulis: Brilian