
Jelang Semester Ganjil 2026/2027, Fikom Unpad Matangkan Kesiapan Perkuliahan
JATINANGOR. Menjelang dimulainya Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran menggelar Rapat Persiapan Perkuliahan pada Senin (27/7/2026). Rapat membahas evaluasi semester sebelumnya, kesiapan pembelajaran, implementasi kurikulum, pemanfaatan laboratorium, Magang Berdampak Internal, hingga layanan pembelajaran bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Rapat dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Riset Fikom Unpad Dr. Ira Mirawati, M.Si. bersama Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan, dan Alumni Dr. Aat Ruchiat Nugraha, S.Sos., M.Si.
Setelah rapat persiapan perkuliahan, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education dan Outcome-Based Assessment (OBE-OBA). Materi disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Ellin Harlia, M.S., Tim AA-PEKERTI Pusat Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran, dan sesi workshop dipandu oleh Dr. Ilham Gemiharto, M.Si., Kepala Unit Penjaminan Mutu Fikom Unpad.
Evaluasi Perkuliahan Semester Genap 2025/2026
Rapat diawali dengan evaluasi pelaksanaan Semester Genap 2025/2026. Beberapa hal yang dibahas antara lain jumlah pertemuan dan kehadiran dosen, penyelesaian nilai mahasiswa, IPK rata-rata, serta capaian kelulusan tepat waktu pada masing-masing program studi.
Data yang dipaparkan menunjukkan jumlah pertemuan dosen per kelas berada pada kisaran 12 hingga 16 kali, dengan persentase kehadiran sesuai jadwal di atas 90 persen. Seluruh nilai telah masuk, meskipun masih terdapat nilai T yang perlu ditindaklanjuti.
Sejumlah persoalan akademik juga dibicarakan bersama, seperti nilai T untuk Seminar, Job Training, dan Tugas Akhir, mekanisme dosen pengampu dari luar Fikom, pengelolaan kelas besar, fasilitasi praktikum kuantitatif, serta pemanfaatan laboratorium untuk mendukung pembelajaran.
Semester Ganjil 2026/2027 dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus hingga 4 Desember 2026. Perkuliahan dilaksanakan secara bauran dengan komposisi 12 pertemuan luring dan empat pertemuan daring. Dosen diwajibkan mengunggah RPS dan bahan kuliah untuk seluruh pertemuan melalui LMS Live Unpad.
Fikom Unpad juga menyiapkan 25 ruang perkuliahan di Gedung 2 dan Gedung 4 dengan dukungan whiteboard, Smart TV, Zoom, dan aplikasi pembelajaran lainnya.
Perhatian tidak hanya diberikan pada pelaksanaan perkuliahan. Penugasan mata kuliah juga didorong menghasilkan luaran yang dapat memperkuat kompetensi mahasiswa, misalnya tulisan di media massa maupun sertifikat pelatihan yang relevan dengan pembelajaran.
Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE-OBA
Pada sesi workshop, dosen diajak melihat kembali RPS sebagai bagian penting dari rancangan pembelajaran, bukan sekadar dokumen yang harus tersedia sebelum perkuliahan dimulai.
Prof. Ellin Harlia membahas hubungan antara profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), struktur kurikulum, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), Sub-CPMK, aktivitas pembelajaran, dan asesmen.
Pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran sebagai titik awal. Dosen perlu terlebih dahulu menentukan kemampuan yang harus dapat ditunjukkan mahasiswa setelah menyelesaikan mata kuliah, kemudian merancang aktivitas belajar dan asesmen yang sesuai.
Dalam materi workshop, prinsip OBE mencakup fokus pada capaian pembelajaran, backward curriculum design, kesempatan belajar yang memadai, kesesuaian antara capaian pembelajaran, aktivitas belajar dan asesmen, serta perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.
RPS dengan demikian tidak cukup hanya selesai disusun dan diunggah. Dosen perlu memastikan bahwa capaian yang tertulis di dalamnya benar-benar diterjemahkan dalam pengalaman belajar mahasiswa sepanjang semester.
Asesmen dan Persoalan Pembelajaran di Kelas
Pembahasan kemudian masuk pada asesmen berbasis luaran. Materi menekankan bahwa asesmen bukan hanya proses memberikan nilai, tetapi juga digunakan untuk melihat apakah mahasiswa telah mencapai kompetensi yang ditetapkan sekaligus menjadi bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Metode asesmen karena itu perlu sesuai dengan kemampuan yang ingin dicapai. Ketika CPMK menuntut mahasiswa mampu menganalisis, bentuk penilaiannya perlu memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk benar-benar melakukan analisis. Ketika mahasiswa dituntut mampu menerapkan metode atau menghasilkan karya, praktik, proyek, studi kasus, presentasi, atau produk dapat menjadi bukti pencapaiannya.
Workshop juga membahas penggunaan rubrik serta empat prinsip asesmen, yaitu validity, reliability, feasibility, dan educational impact.
Diskusi menjadi lebih dekat dengan pengalaman dosen ketika sejumlah kasus di kelas ikut dibedah. Kasus tersebut antara lain CPMK yang menuntut analisis tetapi diuji dengan hafalan, mahasiswa pasif, pembagian kerja kelompok yang tidak merata, penggunaan AI dengan referensi palsu, RPS yang hanya berhenti di atas kertas, nilai tanpa umpan balik, hingga praktik yang justru dinilai melalui tes tertulis.
Ada pula persoalan proyek besar tanpa tahapan, materi yang terlalu banyak sehingga capaian pembelajaran terlupakan, serta data nilai yang tersimpan tetapi belum digunakan untuk mengevaluasi pembelajaran.
Pembahasan kasus membuat workshop tidak berhenti pada cara mengisi format RPS, tetapi membawa dosen kembali pada persoalan yang benar-benar mereka hadapi di kelas.
Penguatan Peran Laboratorium dan Magang Berdampak
Rapat persiapan perkuliahan juga digunakan untuk mengenalkan program-program strategis laboratorium Fikom Unpad.
Penguatan peran laboratorium sejalan dengan arah akademik fakultas yang mendorong optimalisasi mata kuliah melalui pemanfaatan laboratorium, pengembangan metode pembelajaran, dan luaran mahasiswa.
Laboratorium diharapkan semakin terhubung dengan proses belajar mahasiswa. Pengetahuan yang diperoleh di kelas dapat diperkuat melalui praktik, proyek, penggunaan perangkat, serta pengalaman menghasilkan karya sesuai bidang kompetensinya.
Dalam forum yang sama, Fikom Unpad juga membahas Magang Berdampak Internal.
Program Studi Ilmu Komunikasi telah menjalankan model tersebut melalui program INNOVATORS. Pada Semester Ganjil 2026/2027, program ini kembali dibuka bagi mahasiswa aktif dan kegiatannya dapat direkognisi sebagai bagian dari Magang Berdampak hingga 20 SKS selama enam bulan.
Skema Magang Berdampak Internal juga akan mulai dikembangkan oleh Laboratorium Hubungan Masyarakat Fikom Unpad, dengan nama program Digital Communication Fellowship. Program ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja melalui proyek nyata dengan pendampingan dan target kompetensi yang jelas. Dengan demikian, kegiatan magang tidak sekadar menempatkan mahasiswa di sebuah unit kerja, tetapi menjadi bagian dari proses belajar yang dapat menghasilkan pengalaman, karya, dan portofolio.
Pembelajaran mahasiswa pun berlangsung dalam ruang yang semakin luas. Mahasiswa memperoleh dasar pengetahuan di kelas, mengasah keterampilan melalui laboratorium dan proyek, kemudian mengembangkan kompetensinya melalui pengalaman kerja yang terstruktur.
Kesiapan Pembelajaran bagi Mahasiswa Disabilitas
Persiapan semester baru juga memberi perhatian pada layanan pembelajaran bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Hal ini menjadi semakin penting karena pada tahun akademik baru, Program Studi Hubungan Masyarakat Fikom Unpad menerima mahasiswa penyandang disabilitas netra.
Dalam rapat, dosen diingatkan bahwa mahasiswa penyandang disabilitas dapat berkoordinasi dengan Unit Layanan Disabilitas (ULD) untuk mendukung proses pembelajarannya.
Kehadiran mahasiswa dengan kebutuhan belajar yang berbeda juga mendorong dosen untuk memperhatikan akses terhadap bahan ajar, media yang digunakan, aktivitas di kelas, komunikasi selama perkuliahan, hingga bentuk asesmen.
Pembelajaran yang inklusif tidak berarti menurunkan capaian yang harus dipenuhi mahasiswa. Dosen tetap menetapkan kompetensi yang perlu dicapai, tetapi perlu memastikan mahasiswa memperoleh kesempatan yang setara untuk mengikuti proses belajar dan menunjukkan kemampuannya.
Mendukung Pendidikan Berkualitas dan Inklusif
Rangkaian persiapan Semester Ganjil 2026/2027 berkaitan erat dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4: Quality Education, yang menempatkan pendidikan berkualitas, inklusif, dan setara sebagai bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan. Target SDG 4 juga secara khusus menekankan akses yang setara bagi penyandang disabilitas serta pengembangan keterampilan yang relevan untuk dunia kerja.
Penguatan RPS dan asesmen membantu dosen menata pembelajaran dengan lebih terarah. Laboratorium dan Magang Berdampak memberi mahasiswa kesempatan mengembangkan keterampilan melalui pengalaman nyata. Sementara itu, kesiapan pembelajaran bagi mahasiswa penyandang disabilitas memperkuat komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang semakin inklusif.
Melalui persiapan tersebut, Fikom Unpad tidak hanya memastikan jadwal perkuliahan berjalan sesuai kalender akademik. Fakultas juga terus menata bagaimana mahasiswa belajar, berpraktik, memperoleh pengalaman, mendapatkan umpan balik, dan pada akhirnya mampu menunjukkan kompetensi yang mereka miliki.
Penulis : Humas Fikom Unpad
Foto-Foto : Humas Fikom Unpad

