
Dari Pencegahan Stunting hingga Desa Wisata, Prodi Mankom Fikom Unpad Dampingi Warga Mekarmukti
BANDUNG BARAT. Program Studi Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Mankom Fikom Unpad) menggelar rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (25/7/2026).
Empat program dijalankan dengan fokus yang berbeda, mulai dari pencegahan stunting melalui komunikasi keluarga, literasi komunikasi digital dan storytelling desa, pengelolaan sampah berbasis komunitas, hingga pengembangan desa wisata edukatif-kreatif.
Rangkaian PPM dirancang untuk merespons kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki Desa Mekarmukti. Melalui pendekatan manajemen komunikasi, para dosen tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak warga mengenali persoalan, memetakan potensi, dan menyusun langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Komunikasi Keluarga Jadi Bagian Penting Pencegahan Stunting
Isu kesehatan keluarga menjadi salah satu fokus melalui kegiatan “Pemberdayaan Komunikasi Keluarga dalam Pencegahan Stunting di Desa Mekarmukti Kabupaten Bandung Barat” yang disampaikan oleh Dr. Putri Trulline, S.I.Kom., M.I.Kom.
Dalam sesi ini, peserta diajak melihat bahwa upaya mencegah stunting tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak. Komunikasi di dalam keluarga juga berperan dalam membangun kebiasaan hidup sehat, pola pengasuhan, perhatian terhadap kebersihan dan sanitasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
Para ibu dan kader Posyandu mengikuti diskusi dan simulasi untuk mengenali pola komunikasi keluarga yang lebih terbuka dan empatik. Komunikasi yang baik diharapkan membantu keluarga memahami dan menerapkan informasi mengenai kebutuhan gizi, kesehatan, kebersihan, serta perkembangan anak secara lebih konsisten.
Pendekatan ini menempatkan keluarga sebagai ruang pertama dalam membangun perubahan perilaku yang mendukung tumbuh kembang anak.
Storytelling dan Konten Digital untuk Mengangkat Potensi Desa
Potensi ekonomi lokal menjadi fokus berikutnya melalui pelatihan “Penguatan Literasi Komunikasi Digital dan Storytelling Desa dalam Promosi Pariwisata dan Produk Ekonomi Kreatif di Desa Mekarmukti” yang disampaikan oleh Dr. Ilham Gemiharto, M.Si.
Pemuda Karang Taruna dan pelaku UMKM diajak mengenali kekuatan cerita yang sebenarnya sudah ada di sekitar mereka.
Produk, proses pembuatan, orang di balik usaha, aktivitas warga, hingga keunikan Desa Mekarmukti dapat menjadi bahan komunikasi yang membuat promosi tidak berhenti pada foto produk, harga, dan informasi penjualan.
Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai storytelling, produksi konten media sosial, fotografi produk, hingga etika komunikasi digital.
Melalui keterampilan tersebut, media digital diharapkan tidak hanya menjadi ruang promosi, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan identitas dan potensi Desa Mekarmukti kepada audiens yang lebih luas sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Komunikasi Lingkungan Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Warga
Persoalan lingkungan diangkat melalui kegiatan “Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi Lingkungan dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas di Desa Mekarmukti Kabupaten Bandung Barat” yang disampaikan oleh Dr. Meria Octavianti, S.Sos., M.I.Kom.
Pelatihan mengajak masyarakat melihat persoalan sampah bukan semata-mata sebagai urusan membuang dan mengangkut, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan, pengetahuan, partisipasi, dan komunikasi antarwarga.
Peserta mendapat penguatan mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, membangun jejaring komunikasi di tingkat RT/RW, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri.
Keberadaan bank sampah juga ditempatkan sebagai bagian dari gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kemampuan masyarakat membangun kebiasaan, kesadaran, dan kesepakatan bersama.
Menyatukan Potensi dalam Desa Wisata Edukatif-Kreatif
Rangkaian PPM juga diarahkan pada pengembangan potensi desa melalui kegiatan “Pengembangan Desa Wisata Edukatif Kreatif melalui Strategi Komunikasi Terintegrasi di Desa Mekarmukti, Kabupaten Bandung Barat” yang disampaikan oleh Dr. Rd. Funny M. Elita, M.Si.
Perangkat desa dan tokoh masyarakat diajak memetakan berbagai potensi Mekarmukti serta melihat kemungkinan menghubungkannya dalam satu pengalaman desa wisata yang lebih terarah.
Potensi wisata, produk ekonomi kreatif, aktivitas masyarakat, hasil kerajinan, hingga pengelolaan lingkungan dapat menjadi bagian dari identitas desa apabila dikelola dan dikomunikasikan secara konsisten.
Peserta tidak hanya diajak memikirkan apa yang dimiliki desa, tetapi juga apa yang ingin dikenal dari Mekarmukti, pengalaman apa yang dapat diberikan kepada pengunjung, serta bagaimana berbagai pihak dapat menyampaikan identitas tersebut melalui pesan yang selaras.
Pendekatan komunikasi terintegrasi menjadi penting agar pengembangan desa wisata tidak berjalan sendiri-sendiri antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, dan kelompok masyarakat lainnya.
Ilmu Manajemen Komunikasi Hadir dalam Persoalan Sehari-hari
Empat program tersebut memperlihatkan bahwa manajemen komunikasi dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Komunikasi tidak hanya dibutuhkan untuk promosi. Di tingkat keluarga, komunikasi berperan dalam mendukung perubahan perilaku kesehatan. Dalam pengelolaan lingkungan, komunikasi membantu membangun kesadaran dan partisipasi. Bagi UMKM dan sektor pariwisata, komunikasi menjadi alat untuk membangun cerita, identitas, dan hubungan dengan khalayak.
“Komunikasi adalah kunci utama transformasi sosial. Baik dalam mengubah pola asuh keluarga, mengelola sampah, maupun mengangkat potensi wisata desa, semuanya membutuhkan perencanaan pesan dan saluran komunikasi yang tepat. Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi ingin mendampingi warga Desa Mekarmukti agar mampu mengelola komunikasi mereka secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar perwakilan tim dosen Manajemen Komunikasi.
Kepala Desa Mekarmukti Andriawan Burhanudin, S.H. menyambut baik keterlibatan para akademisi dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran tim dosen dinilai memberikan tambahan wawasan dan perspektif baru bagi masyarakat dalam melihat persoalan maupun potensi desa.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat ikut mendorong Mekarmukti menuju desa yang semakin mandiri, produktif, berdaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Program Dirancang Berkelanjutan Selama Tiga Tahun
PPM di Desa Mekarmukti tidak dirancang sebagai kegiatan satu kali. Rangkaian pemberdayaan tersebut direncanakan berlangsung secara berkelanjutan selama tiga tahun.
Pendekatan jangka panjang memberi ruang bagi tim dosen dan masyarakat untuk melihat perkembangan penerapan hasil pelatihan, melakukan evaluasi, serta mengidentifikasi kebutuhan baru yang muncul di lapangan.
Dengan demikian, kegiatan pengabdian tidak berhenti ketika pelatihan selesai, tetapi diharapkan berkembang menjadi proses pendampingan yang bergerak bersama kebutuhan masyarakat.
Mendukung SDGs melalui Kesehatan, Ekonomi Lokal, Lingkungan, dan Kemitraan
Empat program PPM Manajemen Komunikasi Fikom Unpad di Desa Mekarmukti juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs).
Program pemberdayaan komunikasi keluarga dalam pencegahan stunting mendukung SDG 2: Zero Hunger, terutama upaya mengurangi malnutrisi dan stunting melalui penguatan pengetahuan, pola pengasuhan, kesehatan, serta komunikasi di tingkat keluarga.
Pelatihan literasi komunikasi digital, storytelling desa, promosi pariwisata, dan pengembangan ekonomi kreatif beririsan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth. Penguatan kapasitas pemuda dan pelaku UMKM diharapkan membantu masyarakat memberikan nilai tambah pada produk dan potensi lokal sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Program pengelolaan sampah berbasis komunitas mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production, terutama melalui penguatan kebiasaan memilah sampah, partisipasi masyarakat, serta pengembangan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
Sementara itu, pengembangan desa wisata edukatif-kreatif memiliki keterkaitan dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities, khususnya dalam mengembangkan komunitas yang mampu menjaga, memanfaatkan, dan mengomunikasikan potensi budaya, lingkungan, serta identitas lokal secara berkelanjutan.
Keseluruhan rangkaian kegiatan juga mencerminkan SDG 17: Partnerships for the Goals. Kolaborasi antara Fikom Unpad, Pemerintah Desa Mekarmukti, kader Posyandu, Karang Taruna, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan berbagai kelompok warga menjadi bagian penting dalam membangun proses pemberdayaan yang tidak berjalan secara satu arah.
Melalui pendekatan tersebut, empat isu yang diangkat yaitu kesehatan keluarga, komunikasi digital, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan desa wisata tidak berdiri sendiri. Semuanya bertemu pada satu tujuan: mendorong masyarakat Desa Mekarmukti semakin sehat, berdaya secara ekonomi, peduli terhadap lingkungan, mampu mengelola potensi lokal, dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.
Melalui program yang dirancang selama tiga tahun, Prodi Manajemen Komunikasi Fikom Unpad berupaya menjadikan pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar ruang transfer pengetahuan, tetapi proses belajar dan pendampingan bersama untuk memperkuat kemandirian masyarakat.
Tentang Program Studi Manajemen Komunikasi Fikom Unpad
Program Studi Manajemen Komunikasi Fikom Unpad mengembangkan keilmuan dan kompetensi dalam perencanaan, pengelolaan, serta evaluasi komunikasi untuk menjawab kebutuhan organisasi dan masyarakat. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, keilmuan manajemen komunikasi diterapkan dalam berbagai konteks, mulai dari komunikasi keluarga, komunikasi digital, lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata.
Penulis: Dr. Putri Trulline, S.I.Kom., M.I.Kom.
Editor : Humas Fikom Unpad
Foto : Prodi Mankom

